Bacaan
TopikDasar Pemisahan antara Kaum Beriman dan Musyrikin (Ayat 16-24)
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Logical Fallacy
No True Scotsman – 'Yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian' mendefinisikan kemakmur-an masjid secara eksklusif melalui keimanan Islam. Ini adalah definisi melingkar: hanya Muslim yang benar yang layak memakmurkan masjid, dan yang memakmurkan masjid pasti Muslim yang benar.

