Bacaan
TopikDasar Pemisahan antara Kaum Beriman dan Musyrikin (Ayat 16-24)
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
(9:17) Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amal-amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk membantah perkataan Al-Abbas bin Abdul Muthalib ketika ia menjadi tawanan Badr. Saat dicela oleh umat Islam karena kekafirannya, Abbas membela diri dengan membanggakan amalnya yang selalu memakmurkan Masjidil Haram, menjadi pemegang kunci Ka'bah, dan memberi minum para jemaah haji.
Cacat Logika
Percakapan yang disusun oleh salah satu pihak. Orang musyrik disebut mengakui sendiri bahwa mereka kafir, dan pengakuan itu dipakai untuk mencabut hak mereka mengurus masjid. Tidak ada orang yang menyebut dirinya kafir; sebutan itu dipasang pihak lawan lalu dilaporkan sebagai pengakuan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

