Bacaan
TopikDasar Pemisahan antara Kaum Beriman dan Musyrikin (Ayat 16-24)
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Logical Fallacy
Omniscience Paradox – 'Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad' sebelum mereka membuktikannya bermasalah secara teologis: jika Allah mahatahu, Dia sudah mengetahuinya sebelum peristiwa terjadi. Ayat ini mengimplikasikan ketidaktahuan ilahi yang bertentangan dengan doktrin omnisiensi.

