Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan para tokoh Quraisy (seperti Abu Sufyan, Suhayl bin 'Amr, dan 'Ikrimah bin Abu Jahl) yang selalu mengkhianati perjanjian damai yang telah disepakati dan secara aktif berencana mengusir Nabi Muhammad SAW.
TopikAlasan Pembatalan Perjanjian (Ayat 7-15)
وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti.
Logical Fallacy
Collective Punishment via Selective Leadership Attack – Perintah 'perangilah pemimpin-pemimpin kafir' sebagai respons atas pelanggaran sumpah oleh sebagian orang menciptakan prinsip hukuman kolektif terhadap pemimpin kelompok. Tanggung jawab individual atas pelanggaran perjanjian diabaikan.

