Al-Anfal (Rampasan Perang) Ayat 75

Bacaan

TopikHubungan antara Kaum Mukminin (Ayat 72-75)

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

(8:75) Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Cacat Logika

Tribal Kinship Overrides Religious Brotherhood: 'Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat lebih berhak' — pada akhirnya sistem warisan kembali ke ikatan darah, bukan solidaritas agama universal. Ini adalah inkonsistensi antara klaim persaudaraan Islam dan realitas hukum warisan yang tetap berbasis kekerabatan.

Kontradiksi

Kontradiksi Internal: Surat ini membangun konsep persaudaraan berdasarkan hijrah dan jihad (8:72-74), lalu langsung dikontradiksi oleh 8:75 yang mengembalikan prioritas pada hubungan darah — dua prinsip yang saling bertentangan dalam satu blok ayat.