Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai tantangan penuh kesombongan dari al-Nadr bin al-Harith (atau Abu Jahl) yang berdoa: "Ya Allah, jika ajaran Muhammad ini benar dari-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah azab yang pedih!". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 32-33 Pada Perang Badar pasukan musyrik menantang Allah untuk menurunkan azab berupa hujan batu jika benar Al-Qur’an datang dari Allah, bukan hasil karya Muhammad. Ketika itu Allah tidak menuruti tantangan mereka,bukan karena Al-Qur’an benar hasil karya Muhammad, melainkan karena Allah tidak akan mengazab suatu kaum ketika beliau masih berada di antara mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikDoa Orang-orang Kafir dan Balasannya (Ayat 32-38)
وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qur`an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
Logical Fallacy
Strawman and Non-Sequitur – Tantangan 'jika ini benar, turunkanlah azab' adalah permintaan bukti yang dikemas secara sarkastis, namun respons Al-Qur'an mengabaikan substansi dan menggantinya dengan narasi bahwa permintaan ini sendiri adalah tanda kekafiran.

