Bacaan
TopikNikmat Allah kepada Kaum Mukminin (Ayat 26-28)
وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(8:26) Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekkah), dan kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.
Logical Fallacy
Appeal to Victimhood as Legitimation – Narasi 'kamu dulu sedikit dan tertindas' digunakan untuk melegitimasi ekspansi kekuasaan berikutnya. Pengalaman sebagai korban tidak secara otomatis membenarkan semua tindakan yang dilakukan setelahnya — ini adalah kesalahan logis yang umum dalam narasi pembenaran perang.
Moral Concern
Legitimasi Ekspansi melalui Narasi Korban Historis: Menggunakan pengalaman "tertindas dulu" sebagai pembenaran ekspansi kekuasaan saat ini menciptakan preseden berbahaya di mana pengalaman masa lalu membenarkan agresi masa kini.

