Al-Anfal (Rampasan Perang) Ayat 17

Bacaan

TopikAturan dalam Peperangan (Ayat 15-19)

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(8:17) Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun mengenai mukjizat di Perang Badar saat Nabi Muhammad SAW melempar segenggam debu ke arah pasukan musuh yang membuat mata seluruh pasukan kafir kelilipan dan mereka kalah. Riwayat lain menyebutkan ini terkait lemparan/tusukan tombak Nabi yang membunuh Ubayy bin Khalaf di Perang Uhud. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Dalam Perang Badar, sebagai suatu bentuk perlawanan kepada pasukanmusyrik, Rasulullah melemparkan kerikil-kerikil ke arah muka para musuh. Allah membuat lemparan itu sampai ke mata mereka, membuat mereka sangat terganggu. Pada peristiwa itu turunlah ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Cacat Logika

Divine Command Theory - Ayat 17 menyatakan bahwa Allah yang membunuh lawan, bukan orang-orang beriman, menghilangkan tanggung jawab moral pelaku dengan mengalihkannya kepada otoritas ilahi.

Moral

(8:17): Mencuci otak pasukan perang dengan melepaskan rasa tanggung jawab moral atas tindakan pembunuhan, melalui doktrin manipulatif yang menyatakan bahwa bukan manusia yang membunuh musuh, melainkan Tuhan.

Sains

QS 8:17 menyatakan 'bukan kamu yang membunuh mereka, tapi Allah yang membunuh mereka' dan 'bukan kamu yang melempar tapi Allah yang melempar'. Ini menghapus agen manusia dari tindakan kekerasan — sebuah mekanisme teologis yang berbahaya yang mengalihkan tanggung jawab moral pembunuhan kepada Tuhan.

Kontradiksi

QS 8:17 menyatakan Allah yang membunuh musuh dan melempar (bukan kaum muslimin). Namun QS 8:12 menyatakan Allah memerintahkan malaikat memenggal dan memotong ujung jari musuh. Kemudian QS 4:92 melarang membunuh sesama mukmin dan mewajibkan diyat — standar ganda: pembunuhan dalam perang 'dilakukan Allah', tapi pembunuhan sesama mukmin tetap tanggung jawab manusia.