Bacaan
TopikAturan dalam Peperangan (Ayat 15-19)
وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruknya tempat kembali.
Logical Fallacy
False Dilemma – Ayat ini hanya memberi dua pilihan: maju berperang atau kembali membawa kemurkaan Allah dan neraka. Pilihan ketiga yang sah — menolak perang karena alasan etis atau taktis — tidak diakui. Ini adalah dikotomi palsu yang memaksa partisipasi militer.

