Bacaan
TopikPeristiwa Perang Badar (Ayat 5-14)
وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah359) untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,
Catatan Depag
*359) Kafilah Abu Sufyan yang membawa dagangan dari suriah. Sedangkan kelompok yang berkekuatan senjata adalah kelompok yang datang dari Mekkah di bawah pimpinan 'Utbah bin Rabi'ah bersama Abu Jahal.
Logical Fallacy
False Causality (Post Hoc Ergo Propter Hoc) - Ayat 7-8 mengaitkan kemenangan dalam perang sebagai bukti kebenaran Islam, menyimpulkan hubungan kausal dari korelasi temporal.
Moral Concern
(8:7): Memperlihatkan dorongan pemusnahan etnis yang kejam dengan menegaskan bahwa Tuhan sengaja memicu peperangan demi memperkuat agama-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya.

